Nuansa Nama Arab di Indonesia

 

Oleh

Shafia Rahma Hapsari (X IPA 1)

Kamu pasti punya teman yang namanya bernuansa Arab kan? Atau kamu adalah salah satu orangnya? Nama-nama Arab itu seperti Muhammad, Abdullah, Fatihul, Aisyah dan lain sebagainya. Tahukah kamu, bahwa nama-nama Arab di Indonesia adalah akibat dari masuknya Islam di Nusantara. Gimana sih penjelasannya?

Pada kehidupan sosial masyarakat Jawa di zaman Hindu-Buddha, mereka menggunakan nama dari bahasa Sansakerta, seperti Kencana, Airlangga, Pramudya, Nararya, Mahardika dan lain sebagainya. Nama nama tersebut jelas memiliki makna yang mendalam untuk diberikan kepada keturunan. Pola penamaan orang orang Jawa di Karanganyar mengalami perubahan. Seperti yang dilansir Narasi Tv mengatakan bahwa ketua DPRD Karanganyar sempat mengeluarkan kebijakan tentang pola penamaan yang menggunakan unsur Jawa. Hal ini disebabkan banyaknya nama nama keturunan orang Jawa yang menggunakan nama kebarat-baratan dan bernuansa Arab.

Pola penamaan orang Jawa sudah mengalami perubahan besar. Dua orang peneliti, yaitu Askuri dan Joel C Kuipers sudah melakukan peneliti terhadap 7 juta nama di tiga Kabupaten yaitu Bantul, Lumajang dan Lamongan. Nama nama tersebut kemudian dipilah kedalam beberapa kategori, yaitu Jawa Murni, Arab Murni, Jawa-Arab, Indonesia Campuran dan Super Campuran (Narasi Tv). Dari empat grafik yang disajikan membuktikan bahwa nama nama yang paling banyak digunakan adalah Arab Murni dan Jawa-Arab. Nama bernuansa Arab dipilih karena terjadinya islamisasi dan sebagai pertanda identitas keislaman orang orang Jawa \ hingga akhirnya banyak yang memberikan nama anak dengan nuansa Arab.

Di tahun 1970-an nama dengan unsur Arab mulai berkembang namun dengan varian penyebutan yang berebeda-beda. Penggunaan nama Arab namun dengan keterbatasan kefasihan orang Jawa dalam penyebutan ejaan seperti; Muhammad menjadi Mamat, Mukamad, Muhamat dan lain sebagainya; Aisyah menjadi Ngaisyah; Abdurrahman menjadi Durokman; Abdul Azis menjadi Ngabdul Ngajis. Dalam Bahasa Arab pengucapan suatu kata sangatlah penting, jika tidak akan mengubah arti dari kata tersebut. Tentu hal ini tidak bisa terus terjadi, karena juga mencerminkan keilmuan seseorang.

Mulai tahun 1990-an sudah banyak penggunaan nama Arab dengan ejaan yang fasih dan benar. Hal ini berkaitan erat dengan kebijakan pendidikan yang dikeluarkan oleh Presiden Soeharto lewat Sekolah Impres dan “Wajib Belajar 9 Tahun”. Presiden Soeharto juga mewajibkan rakyat Indonesia untuk memeluk satu agama resmi. Serta menjadikan agama sebagai mata pelajaran wajib di sekolah. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia sudah mulai teredukasi dengan pendidikan lewat sebuah nama.

Tak sampai disitu, pola penamaan orang Jawa menggunakan unsur Arab semakin unik dan berkembang menjadi lebih panjang, umumnya terdiri dari tiga kata. Penggunaan nama bernuansa Arab ini berkaitan erat dengan islamisasi di Indonesia sebagai akibat dari adanya Kerajaan Islam di Indonesia. Tradisi ini akan terus berkembang walaupun sampai kepada era modernisasi terbarukan. Nuansa nama Arab di Indonesia terjadi adanya pengaruh dari kerajaan Islam di Indonesia.

Daftar pustaka

Evolusi Nama Orang Jawa: Semakin Arab, Unik, dan Panjang (Narasi Tv)


Komentar